Minggu lalu setelah belanja bahan-bahan makanan Jepang, niatnya sih mau bikin Kitsune Soba. Ehhh…ternyata ada satu bahan yang lupa dibeli yaitu Dashi, bahan ini adalah inti dari rasa Soba itu. Terpaksa niat masak Kitsune Soba ditunda dulu.
Minggu ini kebetulan main ke Puri Mall trus keinget mau beli Dashi untuk bahan bikin Soba. Untungnya di Hero Supermarket Puri Mall jual bahan-bahan makanan Jepang termasuk Dashi.
Ini dia hasilnya olahannya….. Sayangnya ada kurangnya nih…ngak ada Kakiagenya (bakwan Jepang).
Entah kenapa, minggu kemarin pengin banget cari makanan Jepang. Bukan makanan Jepang yang dijual di restoran Jepang tapi bahan yang masih mentah. Read more…
Dulu sewaktu tinggal di Jepang, sering saya perhatikan hampir semua siaran TV lokal menampilkan sub title pada setiap acaranya. Tujuannya antara lain agar penyandang tuna rungu bisa juga mengerti isi acara tsb.
Walaupun ditulis dengan huruf kanji tetapi disertakan juga huruf furigana. Bagi saya ada untungnya juga sebagai bahan belajar bahasa Jepang, setidaknya saya bisa tahu bagaimana pengucapan dan penulisannya.
Dahulu TVRI juga menyertakan seorang peraga untuk “membacakan” berita bagi penyandang tuna rungu, sepertinya sekarang sudah tidak ada lagi ya…
Sebelumnya saya pikir itu hanya dilakukan untuk siaran rekaman saja, tetapi ternyata untuk siaran yang langsung pun digunakan pengetikan sub title. Pembawa acara TV Jepang biasanya tidak pernah sendiri, minimal 2 orang, bisa dibayangkan bagaimana repotnya pengetik sub title harus mengerjakannya.
Kebetulan ada liputannya di Youtube, silahkan lihat….doozo
Orang Jepang terkenal sangat gemar dengan minuman beralkohol. Dalam setiap kesempatan, minimal bir sudah pasti ada dalam daftar hidangan.
Sebelum pulang ke rumah biasanya mereka menyempatkan diri makan malam bersama teman-teman di rumah-rumah makan kecil sampai larut malam sambil minum bir atau sake.
Berita ini mungkin sudah basi tapi di Youtube ada liputan mengenai kehidupan perawat-perawat Indonesia yang sedang magang di Jepang.
Mereka ditempatkan di rumah sakit atau rumah jompo, kehadiran mereka merupakan hasil dari perjanjian EPA Indonesia-Jepang.
Saat ini selain bekerja mereka juga harus belajar untuk menempuh ujian perawat yang akan dilaksanakan pada tahun 2012. Kalau mereka lulus maka akan dapat melanjutkan pekerjaannya di Jepang tapi kalau gagal mereka harus kembali ke Indonesia.
Kalau kebetulan sedang jalan-jalan di Osaka, Jepang dan bertemu dengan orang yang seolah-olah sedang menembak, jangan heran dan kaget dulu tapi anda juga diharuskan untuk seolah-olah kena tembak.
Di Jepang hampir tidak ada orang yang keluar rumah tanpa membawa tas, baik pria maupun wanita, tua maupun muda pasti menenteng tas.
Kebiasaan menenteng tas itu bukan hanya pada saat pergi kerja atau sekolah saja tapi setiap keluar rumah untuk jalan-jalan santai, belanja dll tidak lupa membawa tas.
Ikan Fugu adalah jenis ikan yang menjadi makanan favorit orang Jepang. Ikan ini mengandung racun yang mematikan, racun itu biasanya terdapat pada liver dan indung telur.
Restoran yang menyajikan ikan ini biasanya menempatkan ikan-ikan Fugu pada akuarium besar di depan restorannya sebagai daya tarik. Untuk menyajikan ikan ini agar bisa dimakan dengan aman, juru masaknya harus mempunyai keahlian khusus atau bersertifikat.
Walaupun ikan ini mengandung racun yang berbahaya, orang Jepang sangat menyukainya. Mereka berpendapat sedikit racun nggak apa-apa, karena akan memberi kenikmatan tersendiri pada ikan itu. Padahal setiap tahunnya ada saja orang yag mati akibat memakan ikan tsb.
Biasanya, pada beberapa restoran yang menyajikan ikan Fugu juga menyediakan Sake (minumkan khas Jepang) yang didalamnya terdapat rendaman sirip ikan Fugu.
Anda tertarik? harganya cukup mahal, paling murah sekitar Rp. 500.000 sampai Rp. 2.000.000. untuk yang komplit.