Mother Farm adalah salah satu tempat wisata di Prefektur Chiba yang pernah kami kunjungi. Ada 2 alternatif rute transprotasi untuk mencapai tempat ini, bila menggunakan kereta api, jarak dan waktu tempuhnya lebih jauh karena harus memutari Tokyo Bay, sedangkan bila menggunakan mobil/bis lebih cepat karena menggunakan jalan tol Tokyo Bay Aqua-Line.
Read more…
Liburan hari kedua di Kaki Gunung Fuji ini akan kami isi dengan melihat-lihat sekitar danau Kawaguchi dan kalau sempat sekalian naik ke Gunung Fuji.
Read more…

Awalnya saya tidak tahu apa itu Tokyo Bay Aqua Line, saya tergerak untuk menulis cerita ini karena mempunyai pengalaman unik yang tidak terlupakan.
Rencananya kami sekeluarga akan mengunjungi Tokyo Sea Life Park karena anak saya senang lihat ikan di aquarium yang besar. Sebelum berangkat seperti biasanya saya cari informasi lokasi yang mau dituju dari internet dan mencocokkan dengan peta Tokyo.
Read more…
Judul di atas adalah salah satu acara di TV Asahi, yang ditayangkan setiap hari Sabtu mulai jam 8 – 9 malam dan merupakan salah satu acara televisi favorit keluarga kami sewaktu tinggal di Jepang dulu.
Acara berdurasi 1 jam ini menampilkan proses merenovasi rumah mulai dari penghancuran sampai pembangunan kembali. Mungkin ide acara ini yang pakai untuk acara Bedah Rumah yang ditayangkan di RCTI.
Acara yang sudah ada sejak tahun 2002 dan sudah ratusan rumah yang direnovasi dipandu oleh artis serba bisa George Tokoro, pria kelahiran Saitama tahun 1955.
Read more…
Tulisan ini merupakan pengalaman kami yang lalu tepatnya di bulan Desember 2006 tapi baru sempat ditulis sekarang.
Waktu itu sudah hampir 3 tahun kami tinggal di Jepang tepatnya di kota Tokyo, kami sekeluarga ingin rasanya menikmati penginapan yang bernuansa tradisional Jepang atau istilah Jepangnya Ryokan. Read more…
Uang kertas yang beredar di Jepang saat ini terdiri dari uang kertas 1000, 2000, 5000 dan 10.000 Yen. Khusus uang kertas 2000 Yen mempunyai cerita tersendiri.
Uang ini mulai diterbitkan tanggal 19 Juli 2000 dalam rangka memperingati Abad Millenium dan penyelenggaraan G-8 Economic Summit di Okinawa tahun 2000.
Berarti tahun ini masa edar uang kertas 2000 Yen ini sudah 10 tahun, akan tetapi saat ini uang kertas 2000 Yen sudah sulit didapat.
Uang kertas 2000 Yen ini tidak bisa digunakan di vending machine karena jarang sekali ada slot di vending machine yang bisa menerima uang kertas 2000 Yen, kebanyakan hanya menerima uang kertas 1000, 5000 atau 10.000 Yen.
Dikarenakan uang kertas 2000 Yen ini sangat langka, mungkin saya termasuk orang yang beruntung karena masih memiliki 2 lembar uang 2000 Yen.
Minggu lalu setelah belanja bahan-bahan makanan Jepang, niatnya sih mau bikin Kitsune Soba. Ehhh…ternyata ada satu bahan yang lupa dibeli yaitu Dashi, bahan ini adalah inti dari rasa Soba itu. Terpaksa niat masak Kitsune Soba ditunda dulu.
Minggu ini kebetulan main ke Puri Mall trus keinget mau beli Dashi untuk bahan bikin Soba. Untungnya di Hero Supermarket Puri Mall jual bahan-bahan makanan Jepang termasuk Dashi.
Ini dia hasilnya olahannya….. Sayangnya ada kurangnya nih…ngak ada Kakiagenya (bakwan Jepang).


Entah kenapa, minggu kemarin pengin banget cari makanan Jepang. Bukan makanan Jepang yang dijual di restoran Jepang tapi bahan yang masih mentah. Read more…
Aparat kota di daerah Adachi, Tokyo (mungkin setingkat kecamatan kalau di Indonesia), baru-baru ini memasang alat di taman kota.

Alat ini mengeluarkan suara pada frekwensi 17 Khz, suara yang dihasilkan alat ini sangat mengganggu pendengaran dan hanya dapat di dengar manusia yang berusia muda. Orang yang berusia di atas 40 tahun tidak dapat mendengar suara ini.
Ide untuk memasang alat ini karena banyaknya anak-anak muda yang sering begadang di taman kota dan mengganggu warga di sekitarnya. Alat ini akan diaktifkan mulai dari jam 11 malam sampai 5 pagi.
Alat seharga ¥200,000 ini diberi nama “Mosquito” yang diciptakan oleh ilmuwan Inggris pada tahun 2005.
Apakah anda merasa keyboard komputer yang ada sekarang ini terlalu kecil, dikarenakan ukuran jari anda yang besar atau penglihatan anda yang sudah tidak normal? Sekarang sudah ada keyboard dengan ukuran besar.
Kelebihan dari keyboard ini adalah menggunakan layar sentuh dan anti air. Keyboard seharga ¥42,000 atau sekitar Rp. 4.000.000 memiliki ukuran 28.5 × 76.5 × 1.8 cm dengan berat 2 Kg.
Sayangnya, saat ini keyboard tsb hanya dapat dipakai untuk konsumsi domestik Jepang dan hanya kompatibel untuk IBM PC.


Perbandingan dengan keyboard standar
